1 year ago, Posted by: hassuru

Antropologi Forensik: Belajar Identifikasi Rangka Manusia

FISIP / Oleh Hima

Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai manusia dalam aspek budaya. Namun, budaya sebagai dasar dalam kehidupan masyarakat tentu berkaitan dengan aspek kehidupan yang lainnya, seperti sistem biologis dalam tubuh, kesehatan, psikologis, lingkungan, dan lain-lain. Salah satu yang dipelajari adalah antropologi forensik. Antropologi forensik merupakan antropologi biologi kontemporer terapan. Ilmu ini mempelajari mengenai identifikasi sissa rangka manusia, yang bertujuan untuk mengetahui penyebab kematian seseorang berdasarkan tulang yang ditemui. Ilmu antropologi forensik ini perlu memiliki dasar osteologi dan paleopatologi, hal ini dikarenakan ilmu ini melihat sebab kematian dari rangka manusia. Antropologi forensik ini mempelajari identitas tulang, dengan melihat tulang, ahli antropologi forensik dapat mengentukan jenis kelamin biologis, perkiraan usia, bentuk dan tinggi tubuh, ras, dan juga dapat memperkirakan waktu dan penyebab kematian dari korban melalui jejak pada struktur tulang.

Di Indonesia yang memiliki dua lempeng besar, seringkali mengalami bencana. Bencana di Indonesia dapat terjadi karena faktor alam atau faktor yang dilakukan oleh manusia itu sendiri seperti kriminalitas. Nah, apabila temuan mayat berupa tulang yang secara fisik tidak dapat diketahui jenis kelamin dan identitas biologis lainnya, maka peran dari ahli antropologi forensik sangatlah dibutuhkan. Ahli antropologi forensik juga sering bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk membantu melakukan identifikasi terhadap korban yang telah menjadi rangka, karena ketika korban telah menjadi rangka, berarti cukup sulit untuk menentukan jenis kelamin, kisaran usia, ras, waktu kematian, penyebab kematian, riwayat penyakit yang pernah diderita korban dari struktur tulang yang ditemukan. Maka dari itu perlulah ahli antropologi forensik untuk dapat mengidentifikasi korban bencana, baik itu bencana alam atau kriminalitas yang terjadi pada masyarakat. Di Indonesia, masih ada satu universitas yang secara khusus mempelajari mengenai antropologi ragawi yang juga membahas mengenai antropologi forensik, yaitu pada program studi S1 Antropologi, di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya.

Referensi :

http://julimarsnotes.blogspot.com/ [Diakses pada tanggal 18 Desember 2018]

https://riairwanty.wordpress.com/ [Diakses pada tanggal 18 Desember 2018]

http://news.unair.ac.id/2017/01/23/tak-fosil-dan-candi-antropologi-unair-miliki-cakupan-lebih-luas/ [Diakses pada tanggal 18 Desember 2018]


Post Views: 263


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved