1 year ago, Posted by: araial02

Mengenai Literasi Media Sosial

Di era digital ini, pengguna media sosial wajib mengetahui mengenai literasi media sosial. Apakah sebenarnya pengertian dari literasi media sosial? Mengapa kita perlu mengetahuinya? Seberapa pentingkah literasi media sosial itu? Simak selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Pengertian Literasi Media

Pengertian literasi media menurut ahli adalah, sejatinya literasi media terdiri dari dua kata, literasi dan media. Secara sederhana, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis atau lebih tepatnya mengerti mengenai media aksara (tulisan). Sedangkan media dapat diartikan sebagai suatu perantara. Perantara ini bisa dalam wujud benda, manusia, peristiwa, dan lain sebagainya. Jika kedua kata ini dihubungkan maka literasi media adalah sebuah kemampuan untuk mencari, mempelajari, serta memanfaatkan sumber media dalam berbagai bentuk/jenis. Literasi media juga berarti kemampuan penggunanya untuk menganalisis pesan yang disampaikan melalui media.

Media dalam konteks literasi media berhubungan dengan media massa atau media-media yang memang menyebarkan informasi. Dengan demikian, literasi media adalah kemampuan penggunanya atau siapapun yang memakai media tersebut untuk bisa memanfaatkan media tersebut secara tepat dan efisien. Kemampuan analisis pengguna dalam menganalisis pesan saat menggunakan media adalah poin penting dalam literasi media. 

Media Sosial Juga Perlu Literasi

Media sosial yang kita kenal saat ini seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube merupakan bentuk baru dari media, atau lebih dikenal sebagai new media. Karena, media sosial seperti yang sudah disebutkan tersebut menyebarkan informasi kepada khalayak (massa) dengan cara yang berbeda dengan media konvensional seperti koran atau radio. New media menggunakan perangkat digital dan internet untuk dapat diakses.

Hadirnya new media tersebut membuat cara pendekatan dan analisis terhadap konten-konten yang terdapat di dalam new media harus diperlakukan berbeda dengan media konvensional. Terlebih lagi, arus informasi di media sosial tidak serta merta dapat dikendalikan begitu saja. Memang, perusahaan new media telah membuat filter tersendiri guna melindungi penggunanya melihat konten yang tidak diinginkan. Namun, pengguna media sosial juga harus lebih waspada dalam menganalisis konten-konten yang ada. Karena dunia dalam dunia maya sangat luas, dan tidak memiliki batasan.

Bagaimana Literasi Media untuk Media Sosial?

Lantas jika memang pengguna media sosial perlu literasi, literasi seperti apa yang dibutuhkan oleh pengguna media sosial? Pengguna media sosial harus mengerti untuk membedakan informasi berita bohong atau hoax dan fakta. Misalnya, jika kita menemui suatu informasi seperti : "HEBOH! PRESIDEN JOKOWI MENYURUH AJUDANNYA MEMBUNUH PRABOWO!"  dilihat dari penggunaan dan pemilihan kalimat, informasi tersebut sangat mencuri perhatian, terutama dalam era politik saat ini. Inilah ciri-ciri dari sebuah berita atau informasi hoax

  • Berusaha menarik perhatian banyak orang
  • Menggunakan kata-kata yang berlebihan (hiperbola) seperti "HEBOH" "GEGER" "VIRAL" 
  • Judul biasanya menggunakan huruf kapital
  • Akun yang menyebarkan biasanya anonim, atau identitasnya tidak terverifikasi
  • Mengandung informasi sensitif

Jika anda pengguna media sosial menemukan informasi tersebut di media sosial, sebaiknya berhati-hati dan cepat-cepat mencari tahu sumber berita atau keaslian informasi tersebut. Informasi yang cukup akurat bisa didapatkan melalui media massa, jika informasi tersebut berhubungan dengan public figure atau isu yang sedang hangat diperbincangkan masyarakat. Mau tidak mau, informasi di era digital tetap bergantung kepada media massa, karena media massa-lah yang memiliki kekuatan lebih untuk mencari tahu dan memverifikasi informasi lebih akurat.

Literasi media pada media sosial menitikberatkan pada kemampuan penggunanya untuk menganalisis konten-konten di media sosial. Konten yang dimaksud berhubungan dengan hoax dan fakta yang terjadi sesungguhnya. Jangan cepat percaya jika menemukan informasi seperti contoh yang disebutkan tadi. Hal ini agar kita dapat menggunakan media sosial dengan baik dan juga efisien sebagai kegunaannya dalam mencari informasi. 


Post Views: 244


Leave a comment

Comments

dedy septiawan

artikelnya bagus

3 weeks ago
Reply

Copyrights © 2017 All rights reserved