10 months ago, Posted by: araial02

Privasi di Media Sosial : Sepele, Tetapi Penting

Apakah anda memiliki akun media sosial? Rata-rata pengguna internet di era saat ini adalah pengguna media sosial juga. Banyak orang menggunakan internet untuk mengakses media sosial. Seperti yang kita tahu media sosial adalah tempat yang memungkinkan penggunanya untuk saling berteman, berbagi cerita, hal-hal menarik dan sehari-hari, serta hal lainnya. Kata "berbagi" dari media sosial sesungguhnya tidak semudah itu memahaminya. Tahukah anda bahwa ketika anda sudah klik "berbagi" di media sosial, apapun yang anda bagikan itu tidak akan bisa hilang, dan tersimpan di internet sebagai jejak digital anda? Artikel ini akan membahas mengenai privasi, dan alasan mengapa sebaiknya anda berhati-hati saat membagikan sesuatu di internet.

Pengertian dari Privasi

Sebelum membahas privasi di media sosial, ada baiknya untuk memahami sedikit mengenai privasi. Secara teori, privasi adalah hak ruang gerak pribadi yang tidak berhak diketahui oleh orang lain. Jika anda menganggap suatu hal tidak boleh diketahui oleh orang lain, maka hal tersebutlah yang disebut sebagai privasi. Secara umum privasi banyak dikaitkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kepercayaan, gaji, percakapan pribadi, dan bahkan keluarga. Saat kita berbicara mengenai privasi, maka kita juga akan berbicara mengenai keamanan. Privasi selalu berhubungan erat dengan keamanan pribadi seseorang. Ketika sesuatu yang bersifat privat itu kemudian diketahui oleh orang lain secara sengaja, maka hal itu disebut dengan invasi privasi. Invasi privasi bisa disebut sebagai tindakan membahayakan atau mengancam keselamatan dan kemanan orang lain. Invasi privasi bisa membuat orang lain tidak nyaman dan tidak tenang dalam menjalani hidupnya.

Misalkan seperti ini, anda memiliki beberapa foto anda dengan pasangan anda di dalam ponsel anda. Anda menganggap bahwa foto-foto yang anda punya dengan pasangan anda adalah privasi. Anda tidak menghendaki siapapun untuk mengetahui dan melihat foto-foto tersebut. Namun, suatu hari ada seorang teman atau kerabat yang dengan sengaja melihat foto-foto tersebut. Selain melihat, teman atau kerabat tersebut juga membicarakan foto anda kepada orang lain dengan sengaja. Anda tentunya akan merasa tidak nyaman jika foto-foto tersebut diketahui oleh orang lain, karena anda sendiri sudah menghendaki agar foto tersebut tidak untuk diperlihatkan ke orang lain. 

Saat itu lah anda mengalami invasi privasi. Terlepas dari apa isi foto tersebut, jika anda merasa hal tersebut adalah privasi, maka hal itu tetap akan menjadi privasi anda.

Privasi Media Sosial : Antar Pengguna dan Pengguna

Ketika anda mengunggah sesuatu ke media sosial, otomatis unggahan tersebut bisa dilihat oleh publik yang luas. Pengguna yang tidak anda kenali bisa saja melihat unggahan anda di media sosial. Ketika anda mengunggah sesuatu ke media sosial secara sengaja, tandanya anda memperbolehkan siapapun untuk melihat unggahan anda. Bagaimana jika anda mengunci akun media sosial anda dan membatasi orang lain yang boleh melihat unggahan anda? Sebenarnya hal ini juga tidak terlalu berpengaruh, karena unggahan anda akan tetap tersimpan di internet. Orang yang melihat sedikit, bukan berarti unggahan anda tidak terlihat sama sekali.

Pernakah anda menunggah informasi seperti lokasi rumah anda, nomor telepon, atau bahkan dimana anda bekerja? Ketika akun media sosial anda dibuka dan dapat diakses secara umum, maka unggahan anda bisa berakhir dimana saja. Ya, unggahan anda juga bisa berakhir ke pengguna asing, yang mungkin saja memiliki niat buruk saat menggunakan media sosial. Ketika anda mengunggah ke media sosial, akan ada resiko kejahatan akibat orang lain yang melihat anda mengunggah informasi-informasi yang mereka perlukan untuk melakukan kejahatan. Misalnya, anda mengunggah gambar anak anda yang masih balita ke media sosial. Foto anak anda kemudian ditemukan oleh pengguna media sosial yang ternyata penjahat human trafficking. Anak anda bisa jadi menjadi incaran mereka untuk diculik dan diperdagangkan.

Atau, pernahkah anda menunggah informasi mengenai lokasi rumah anda? Hal ini juga bisa menjadi berbahaya, jika anda membagikan lokasi rumah anda. Rumah anda bisa menjadi sasaran kejahatan seperti perampokan atau pencurian. Mungkin hal-hal tersebut terdengar ekstrim dan mustahil terjadi kepada anda yang mungkin bukan siapa-siapa di masyarakat. Tetapi, kejadian seperti ini pernah terjadi dan memakan korban. Di Korea Selatan misalnya, seorang pemilik jasa waxing dirampok dan dibunuh oleh pelanggannya, setelah seorang content creator YouTube alias YouTuber mengunggah video mengenai lokasi jasa waxing korban. Sebelum YouTuber mengambil gambar di tempat waxingnya, korban telah menyetujui YouTuber tersebut untuk mengambil gambar di tempat waxing yang dimiliki oleh korban. Korban tewas dibunuh menggunakan pisau. Pelaku mencuri semua uang korban yang tersimpan di atm milik korban. Saat diinterograsi, pelaku mengaku mengetahui lokasi waxing tersebut dari unggahan video di YouTube.

Privasi Media Sosial : Antara Pengguna dan Perusahaan

Pernahkah anda melihat iklan di media sosial anda? Tentunya iklan di media sosial telah menjadi hal yang sangat lumrah. Perusahaan profit membutuhkan iklan, dan perusahaan media sosial menyediakan tempat untuk beriklan. Anda pasti setidaknya pernah melihat iklan mengenai makanan, produk, aplikasi/game, atau bahkan musik rilisan terbaru di media sosial. Bagaimana iklan tersebut bisa sampai ke media sosial anda? Jawabannya sangat mudah, karena perushaan media sosial telah merekam apapun yang anda unggah dan tulis di media sosial.

Pada pengaturan akun, anda akan melihat akun anda memerlukan informasi seperti nama, tanggal lahir, dimana anda tinggal, nomor telepon, bahkan hal-hal apa yang anda sukai. Semua informasi akun anda akan disimpan dan direkam, anda tidak bisa menghindar selain mengisi semuanya atau anda tidak bisa menggunakan layanan media sosial tersebut. Selain itu, perusahaan juga akan merekam riwayat pencarian anda di media sosial, unggahan apa saja yang anda lihat dan unggahan yang anda sukai. Data akun anda seharusnya menjadi ranah privasi anda, terlebih jika itu menyangkut kehidupan anda diluar dunia maya. Tetapi oleh sistem media sosial, data-data tersebut kemudian akan diolah menjadi alogaritma akun anda. Data tersebut bisa jadi akan diperlihatkan kepada siapapun yang ingin beriklan agar iklan mereka bisa sesuai sasaran berdasarkan alogaritma media sosial.

Tentunya tidak begitu menganggu apabila anda memang anda butuhkan dan anda merasa baik-baik saja dengan iklan tersebut. Namun, bagaimana jika iklan tersebut digunakan untuk kepentingan perusahaan media sosial yang lain? Anda mungkin pernah mengetahui mengenai kasus cambidge analytics dimana Facebook menjual data penggunanya untuk kepentingan politik Amerika Serikat. Hal ini kemudian menjadi pertanyaan baru bagi seluruh elemen pengguna media sosial "sampai mana data pengguna dipergunakan oleh perusahaan media sosial?". Hal seperti ini sempat ramai dibicarakan, bahkan CEO Facebook Mark Zuckerberg sampai disidang oleh pemerintah Amerika Serikat karena dituduh mencuri dan menjual informasi penggunanya untuk kepentingan yang tidak seharusnya. Ya, sangat memungkinkan bagi perusahaan untuk menyimpan informasi pribadi kita dan bisa sewaktu-waktu dijual untuk kepentingan yang tidak kita sadari.

Apa yang Harus Dilakukan Sebagai Pengguna?

Jika dari pemaparan privasi di media sosial diatas, sepertinya hidup kita di media sosial akan terancam dan bisa membahayakan keselamatan. Kebocoran data dan invasi privasi sesungguhnya bisa dicegah apabila kita sebagai pengguna bisa menggunakan media sosial dengan bijak. Berikut beberapa anjuran agar kita tetap aman dalam menggunakan media sosial.

  • Pahami dengan baik apa yang akan diakses oleh perusahaan media sosial pada akun kita. Setiap media sosial pasti memiliki terms and conditions, user agreement, dan data policy. Informasi-informasi yang ada dalam bagian ini akan menjelaskan apa saja yang diakses oleh perusahaan media sosial terhadap akun kita. Ada baiknya untuk mempelajari dan memahami lebih lanjut mengenai bagian ini
  • Tidak perlu untuk terlalu mengumbar di media sosial. Seperti yang diawal tadi, setiap unggahan di media sosial akan ada selamanya di dalam internet. Ada baiknya untuk tidak terlalu mengumbar hal-hal yang tidak penting.
  • Jangan sekali-kali mengunggah dan mengumbar hal-hal yang berharga bagi anda di media sosial. Orang lain tidak perlu mengetahui berapa mobil yang anda miliki, dimana rumah anda dan sebesar apa rumah anda. Hal itu hanya akan memicu anda dari incaran penjahat
  • Jangan mengunggah lokasi real time anda di media sosial setiap saat. Media sosial memungkinkan kita untuk berbagi lokasi real time atau lokasi anda saat itu secara langsung. Anda tidak perlu mengunggah ini setiap saat karena pergerakan anda bisa jadi terbaca oleh publik

Jika kita bijak dalam menggunakan media sosial, tentunya tidak akan terjadi masalah yang berarti selama kita berhati-hati dalam menggunakannya. Pahami betul jenis media sosial yang anda gunakan. 

 


Post Views: 134


Leave a comment

Comments

Copyrights © 2017 All rights reserved