[Alumni Profile] Ramadhan Pambayung, Achieved and Able to Build His Own Export Company

SURABAYA – ADM WEB | Ramadhan Pambayung atau yang akrab disapa Ramadhan merupakan salah satu alumni Program Studi (prodi) Ilmu Politik FISIP UNAIR. Saat ini, Ramadhan telah sukses mendirikan dua perusahaan sekaligus menjadi pimpinan. 

Perusahaan pertama, yaitu  PT. Ramaris Media Kreasi yang bergerak di bidang strategi branding. Kedua, CV. Indonesia Koneksi Global yang bergerak pada bidang ekspor rempah-rempah. Dalam wawancaranya pada Selasa (26/03/2024), Ramadhan turut membagikan kisah mengenai perjalanannya merintis perusahaan, khususnya CV. Indonesia Koneksi Global.  

Sebelumnya saat masih berkuliah, Ramadhan merupakan tipe mahasiswa yang aktif berorganisasi dan berprestasi. Ramadhan pernah memenangkan penghargaan The Most Outstanding Presentation Istanbul Youth Summit (IYS) tahun 2021. Alumni mahasiswa Ilmu Politik ini juga sempat menjabat sebagai anggota Badan Legislatif Mahasiswa (BLM). Selain itu, beliau pernah menduduki jabatan sebagai Menteri Hubungan Luar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). 

Ramadhan dan CV. Indonesia Koneksi Global 

Berdasarkan keterangannya, Ramadhan merintis CV. Indonesia Koneksi Global ketika masih menjalani semester empat. Berbekal kemampuan yang diperoleh secara otodidak, alumni mahasiswa Ilmu Politik itu memberanikan diri untuk merintis usaha. Ketekunan dan kerja keras Ramadhan akhirnya membuat perusahaannya menjadi besar. 

CV. Indonesia Koneksi Global merupakan perusahaan yang bergerak di pasar domestik dan ekspor. Pasar domestik dari perusahaan ini meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat hingga Lampung, Sumatera. Sedangkan pasar untuk ekspor berada di empat negara, yaitu India, Singapore, Malaysia dan Pakistan.  

Ketika ditanya mengenai tujuan yang ingin dicapai berikutnya, Ramadhan mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan perusahaan. 

“Harapan kedepannya saya pengen bikin pabrik sendiri, Mbak. Selain itu, saya juga ada keinginan untuk bisa impor hasil alam. Selain karena prospeknya bagus dan cuannya gede, bisa juga sebagai penyeimbang harga jika harga domestik sedang mahal. Soalnya regulasi masih kompetitif, mungkin kita juga nggak bisa langsung impor yang besar. Kita mulai impor dari yang kecil dulu, seperti saffron,” terang Ramadhan.  

Di akhir wawancara, Ramadhan turut memberikan pesan kepada mahasiswa yang ingin berwirausaha seperti dirinya. 

“Hal yang paling penting adalah bagaimana kita menumbuhkan jiwa enterpreneur. Pengusaha sebenarnya bukanlah orang yang pintar, melainkan orang yang bisa mengerjakan orang pintar. Kita tidak perlu punya background pendidikan ekonomi atau manajemen untuk menjadi pengusaha. Satu hal yang harus kita punya adalah kemampuan untuk melihat kesempatan dan menjual apa yang bisa dijual,” pungkas Ramadhan.  

Artikel ini merefleksikan poin SDGs ke-8 dan ke-9, yaitu Decent Work and Economy Growth dan Industry, Innovations, and Infrastructure Quality Education (EI).  

Credit foto: Linkedin @Ramadhan Pambayung 

source
https://unair.ac.id